Pendahuluan
Menentukan rumusan masalah dan tujuan penelitian dengan tepat adalah langkah paling krusial dalam penyusunan tesis. Jika bagian ini kurang matang, penelitian bisa kehilangan arah, metodologi menjadi tidak relevan, dan hasil akhirnya sulit dipertanggungjawabkan. Di artikel ini, kita akan membahas definisi, struktur, langkah-langkah praktis, serta tips agar masalah dan tujuan penelitian Anda kuat dan bisa diterima pembimbing dilanjutkan dengan bagaimana Performance Consulting dapat membantu Anda menajamkan kedua elemen ini.
Mengapa Rumusan Masalah Penting dalam Penelitian
Rumusan masalah adalah “jantung” dari penelitian. Menurut Mudjia Rahardjo dari UIN Malang, rumusan masalah menjadi titik awal perancangan seluruh tahapan penelitian: latar belakang, metodologi, analisis data, hingga kesimpulan. Tanpa problem statement yang jelas, penelitian bisa bersifat terlalu umum, tidak fokus, atau tidak memberikan kontribusi ilmiah yang nyata.
Menurut Katadata, rumusan masalah berperan sebagai “arah jelas terkait rencana penulisan karya ilmiah” dan memperkuat landasan karya ilmiah agar tidak dibuat sembarangan tanpa dasar teori atau data.
baca selengkapnya https://www.pembuatantesis.com/5-rahasia-memahami-perbedaan-kualitatif-dan-kuantitatif-bersama-performance-consulting/
kunjungi laman https://bimbingantesisjurnal.com/
Definisi Rumusan Masalah dan Karakteristiknya
Berdasarkan Sampoerna University, rumusan masalah adalah pertanyaan penelitian yang membantu mengerucutkan topik dan menghindari fokus penelitian yang melebar. Pedoman tesis dari Universitas Udayana juga menegaskan bahwa rumusan masalah biasanya ditulis dalam bentuk kalimat pertanyaan, yang mencerminkan inti dari isu yang akan diteliti. Pedoman lainnya menyebutkan pentingnya merumuskan masalah yang dapat diuji secara empiris, sehingga data penelitian bisa dikumpulkan dan dianalisis dengan benar.
Beberapa kriteria penting untuk rumusan masalah yang baik:
- Spesifik dan jelas, tidak multitafsir.
- Jika berupa pertanyaan, cukup 1–3 pertanyaan inti, tergantung kompleksitas penelitian.
- Relevan dengan isu empiris dan teoretis; harus menunjukkan gap pengetahuan atau konflik yang nyata.
Langkah-langkah Menyusun Rumusan Masalah
Berikut panduan praktis untuk membuat rumusan masalah secara sistematis:
- Identifikasi dan telaah latar belakang masalah
Mulailah dari fenomena nyata, data statistik, atau tren teoritis. Lakukan kajian pustaka agar tahu mana gap pengetahuan yang belum diisi. - Gunakan pendekatan 5W + 1H
Pertanyaan seperti “mengapa”, “bagaimana”, “siapa”, “apa”, “di mana”, dan “kapan” (Who, What, When, Where, Why, How) sangat membantu merumuskan masalah secara komprehensif dan terstruktur. - Susun pertanyaan penelitian yang jelas dan operasional
Gunakan kata kerja yang bisa diukur atau diuji, seperti “mengidentifikasi”, “menganalisis”, “membandingkan”. - Batasi ruang lingkup penelitian
Tentukan populasi, variabel, lokasi, atau periode tertentu agar rumusan tetap fokus dan realistis. - Validasi dengan teori
Rumusan masalah harus didasari pemikiran teoretis yang relevan. Gunakan literatur sebagai landasan agar masalah yang dirumuskan punya bobot ilmiah.
Menyusun Tujuan Penelitian yang Harmonious dengan Rumusan Masalah
Setelah rumusan masalah terbentuk, selanjutnya rumuskan tujuan penelitian. Tujuan ini seharusnya menjadi pernyataan yang menjawab pertanyaan-pertanyaan dari rumusan masalah.
- Tujuan Umum: menggambarkan hasil besar yang ingin dicapai penelitian.
- Tujuan Khusus: dipecah menjadi beberapa poin yang spesifik dan operasional, mencerminkan sub-masalah.
Misalnya:
- Tujuan umum: Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja karyawan pasca-implementasi shift hybrid.
- Tujuan khusus: (1) Mengukur pengaruh beban kerja terhadap kepuasan kerja, (2) Menganalisis peran komunikasi manajerial, (3) Menilai moderasi dukungan manajemen dalam hubungan beban kerja-kepuasan kerja.
Pedoman akademik (contohnya dari pedoman tesis magister) menekankan bahwa kata kerja dalam tujuan harus konkret, seperti “menganalisis”, “mengidentifikasi”, “menjelaskan”. Selain itu, jumlah tujuan harus selaras dengan jumlah rumusan masalah.
Tips Tambahan Agar Rumusan dan Tujuan Penelitian Kuat dan Layak Sidang
Agar rumusan masalah dan tujuan penelitian Anda benar-benar layak diajukan ke pembimbing atau sidang, pertimbangkan hal-hal berikut:
- Gunakan bahasa aktif dan operasional: pilih kata kerja yang mengindikasikan tindakan konkret dan bisa diukur dalam penelitian.
- Pastikan keterukuran (measurability): desain tujuan yang bisa diuji secara empiris dengan metode penelitian yang jelas.
- Cocokkan dengan metode penelitian: dari rumusan masalah, Anda harus bisa menentukan apakah penelitian akan bersifat kualitatif, kuantitatif, atau campuran.
- Libatkan pembimbing sejak awal: diskusikan rumusan dan tujuan Anda sedini mungkin untuk mendapatkan feedback dan menghindari revisi besar belakangan.
- Sertakan manfaat penelitian: rangkai manfaat teoritis dan praktis. Misalnya, manfaat teoretis untuk pengembangan ilmu, dan manfaat praktis untuk pemecahan masalah nyata di lapangan.
Studi Kasus Singkat
Misalkan Anda tertarik meneliti pengaruh fleksibilitas kerja terhadap kepuasan karyawan di perusahaan teknologi. Langkah-langkah dalam rumusan dan tujuan bisa seperti ini:
- Setelah kajian literatur, Anda menemukan penelitian sebelumnya hanya melihat fleksibilitas waktu (jam kerja), tetapi belum membahas fleksibilitas lokasi (kerja remote).
- Rumusan masalah: “Bagaimana fleksibilitas lokasi dan waktu kerja mempengaruhi kepuasan kerja karyawan di perusahaan teknologi XYZ?”
- Tujuan umum: “Mengetahui pengaruh fleksibilitas kerja (waktu dan lokasi) terhadap kepuasan kerja karyawan di perusahaan teknologi XYZ.”
- Tujuan khusus:
- Mengidentifikasi kontribusi fleksibilitas waktu pada kepuasan kerja.
- Menganalisis kontribusi fleksibilitas lokasi pada kepuasan kerja.
- Membandingkan dampak fleksibilitas waktu vs fleksibilitas lokasi terhadap kepuasan kerja.
Dengan rumusan dan tujuan seperti itu, penelitian menjadi fokus, terukur, dan jelas arah kontribusinya.
Bagaimana Performance Consulting Bisa Membantu Anda
Menyusun rumusan masalah dan tujuan penelitian dengan tepat bisa terasa menantang. Di sinilah Performance Consulting hadir sebagai mitra strategis Anda. Berikut cara kami membantu:
- Konsultasi awal gratis: Anda bisa mendiskusikan topik dan latar belakang penelitian Anda dengan konsultan kami untuk menjaring potensi gap penelitian yang kuat.
- Drafting rumusan masalah & pertanyaan penelitian: tim ahli kami membantu merumuskan pertanyaan penelitian yang relevan, spesifik, dan operasional.
- Penajaman tujuan penelitian: kami bantu membuat tujuan umum dan khusus yang sinkron, terukur, dan siap diuji.
- Review & revisi: setelah draf awal jadi, kami akan memberikan masukan agar sesuai kaidah akademik, logis, dan layak ACC pembimbing.
- Pendampingan hingga sidang proposal: selain rumusan dan tujuan, kami bisa mendampingi Anda di bagian metodologi, kajian pustaka, dan bahkan persiapan sidang.
Dengan dukungan Performance Consulting, Anda bisa mempercepat proses penyusunan proposal tesis, meningkatkan kualitas rumusan masalah dan tujuan, serta meminimumkan revisi dari pembimbing. Kami komit untuk membantu Anda menyelesaikan tesis dengan efisien dan profesional.
Kesimpulan
Rumusan masalah dan tujuan penelitian bukan hanya formalitas akademik keduanya adalah fondasi yang akan mengarahkan keseluruhan penelitian Anda. Dengan rumusan masalah yang spesifik, relevan, dan jelas, Anda menciptakan kerangka penelitian yang kuat. Tujuan penelitian yang terukur dan operasional memastikan bahwa studi Anda dapat dijalankan dan menghasilkan temuan yang bermakna.
Jika Anda merasa kesulitan merumuskan keduanya atau butuh pendampingan agar lebih fokus dan layak diajukan ke pembimbing, Performance Consulting siap menjadi mitra Anda. Biarkan kami membantu Anda menajamkan ide penelitian Anda hingga siap untuk disidangkan dengan percaya diri.
baca selengkapnya https://www.olahdatastatistik.id/5-langkah-strategis-menghadapi-aturan-baru-akreditasi-sinta-2025/