
Publikasi di jurnal bereputasi merupakan salah satu pencapaian penting bagi peneliti, akademisi, maupun mahasiswa. Keberhasilan menembus jurnal yang terindeks internasional seperti Scopus atau Web of Science tidak hanya memberi pengakuan akademik, tetapi juga meningkatkan kredibilitas penelitian. Proses ini tentu tidak sederhana, sebab tingkat penolakan di jurnal bereputasi bisa mencapai 80 hingga 90 persen. Oleh karena itu, strategi terarah dan pemahaman mendalam tentang kaidah penulisan ilmiah sangat dibutuhkan agar peluang diterima lebih besar.
Langkah pertama adalah pemilihan jurnal yang tepat. Setiap jurnal memiliki fokus dan ruang lingkup spesifik. Artikel yang dikirim harus sesuai bidang kajian agar tidak ditolak sejak awal. Penulis juga perlu memastikan jurnal memiliki reputasi baik, ditunjukkan dengan indeksasi, dewan editor kredibel, dan transparansi peninjauan. Saat ini banyak beredar jurnal predator yang menjanjikan publikasi cepat dengan biaya tertentu, tetapi tidak menjalankan peer review yang sahih. Publikasi di jurnal semacam ini tidak memberi nilai akademik dan justru merugikan penulis. Karena itu, kehati-hatian mutlak diperlukan.
Setelah menentukan jurnal, penyusunan artikel harus menonjolkan kontribusi dan kebaruan. Artikel ilmiah yang baik menjawab pertanyaan mengapa penelitian dilakukan dan apa celah pengetahuan yang diisi. Penulis perlu menjelaskan research gap secara eksplisit dalam pendahuluan sehingga pembaca maupun reviewer memahami nilai tambah penelitian. Artikel yang sekadar mengulang penelitian terdahulu kurang menarik. Sebaliknya, penelitian yang menghadirkan sudut pandang baru atau metode inovatif memiliki kesempatan lebih besar diterima.
Struktur penulisan juga penting. Jurnal internasional umumnya menggunakan format IMRAD, yakni Introduction, Methods, Results, and Discussion. Pendahuluan ringkas tetapi mampu memberikan konteks dan tujuan penelitian. Metode ditulis jelas agar dapat direplikasi. Hasil menyajikan temuan utama secara sistematis, sementara diskusi menekankan interpretasi serta implikasi ilmiah. Penutup memuat kesimpulan singkat dan rekomendasi penelitian selanjutnya. Dengan mengikuti struktur baku, artikel lebih mudah dipahami dan konsisten.
Kualitas bahasa sering menjadi penyebab penolakan. Banyak artikel ditolak bukan karena isinya lemah, melainkan karena penyajiannya kurang komunikatif. Oleh karena itu, penggunaan bahasa akademik yang jelas, ringkas, dan tepat harus diutamakan. Kalimat aktif dengan struktur sederhana lebih mudah dipahami daripada kalimat panjang berbelit. Penulis dianjurkan menggunakan alat bantu seperti Grammarly atau layanan penyuntingan profesional untuk memastikan tulisan bebas kesalahan. Prinsip clarity, conciseness, dan correctness perlu dijaga di setiap bagian.
Etika penulisan ilmiah juga wajib diperhatikan. Plagiarisme, disengaja maupun tidak, merupakan pelanggaran serius yang dapat menggugurkan naskah. Penulis perlu memastikan tingkat kemiripan rendah, idealnya di bawah 15 persen. Teknik parafrasa yang baik, kutipan langsung terbatas, serta sitasi konsisten membantu menjaga orisinalitas. Perangkat manajemen referensi seperti Mendeley atau Zotero berguna mengatur kutipan sesuai gaya jurnal, misalnya APA atau Chicago.
Selain isi dan bahasa, judul dan abstrak sering menjadi penentu pertama. Judul harus padat, jelas, dan langsung menggambarkan inti penelitian. Abstrak memuat latar belakang singkat, tujuan, metode, hasil utama, serta kontribusi. Dengan panjang sekitar 150 hingga 250 kata, abstrak berfungsi sebagai ringkasan yang menarik perhatian editor sekaligus memudahkan pengindeksan. Artikel dengan judul dan abstrak kuat biasanya lebih diperhatikan sejak awal.
Visualisasi data juga mendukung kualitas artikel. Tabel, grafik, atau gambar membantu menyampaikan informasi kompleks secara ringkas dan menarik. Penyajian visual harus dilengkapi keterangan yang jelas agar tidak menimbulkan salah tafsir. Selain itu, penulis disarankan menulis cover letter profesional saat mengirimkan manuskrip. Surat ini menjelaskan kebaruan penelitian, alasan memilih jurnal, serta kesesuaian dengan ruang lingkup. Cover letter yang baik memberi kesan positif dan memperkuat peluang naskah dipertimbangkan.
Tahap akhir menjadi hal yang sering dihadapi adalah proses revisi. Kritik dan saran dari reviewer hendaknya dipandang sebagai bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kualitas penelitian. Menjawab komentar dengan bahasa profesional, sistematis, dan disertai perbaikan nyata akan menunjukkan keseriusan penulis. Proses ini memang memerlukan kesabaran, tetapi hasil akhirnya dapat memperkuat artikel hingga layak terbit di jurnal bereputasi. Pada akhirnya, publikasi bukan sekadar prestise, melainkan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan global.
baca selengkapnya https://www.pembuatantesis.com/langkah-cepat-menulis-skripsi/
